Manado - Meski akan tampil dengan status incumbent, namun Jantje Wowiling Sajow (JWS) harus kerja all out menghadapi momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa tahun 2018 mendatang. Dukungan elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang belum secara utuh dan bulat memberi dukungan, menjadi alasan, seiring seruan perlunya Minahasa dinahkodai pemimpin baru.

Politisi handal PDI-P Minahasa, Fanny Legoh dengan lantang menyerukan itu saat bersua dengan wartawan di koridor Gedung DPRD Sulut, Selasa (10/5/2016). Kata dia, pemimpin visioner sangat dibutuhkan guna membawa perubahan bagi Minahasa yang lebih baik. “Maka itu, untuk kedepan harus dipersiapkan tokoh yang bagus dan punya tanggung jawab, punya visi yang kuat atau visioner. Selain itu harus punya idealiseme kedaerahan yang baik disamping nasionalisme yang tinggi. Kalau tidak Minasaha akan mengambang terus,” ujar Fanny Legoh.

Fanny Legoh
Menariknya, anggota Fraksi PDI-P di DPRD Sulut ini mengibaratkan Minahasa sebagai seorang wanita cantik yang menarik tapi memiliki beban yang berat. “Dikuatirkan disuatu hari nanti akan kepayahan. Mestinya, umur yang sudah baik tapi karena beban yang berat, jadi kelihatan tua dan tidak menghasilkan apa-apa,” sebut personil komisi IV DPRD Sulut itu seraya menambahkan bahwa seratus persen warga Minahasa merindukan figur yang mungkin menurut pandangan orang-orang minahasa, punya standar nasional yang tinggi, lebih kuat, cerdas, terlebih berbudaya dan beragama.

Dibagian lain, srikandi PDI-P Minahasa di DPRD Sulut, Jenny Mumek member singnal dukungannya bagi kaum gender untuk diberi kesempatan memimpin Minahasa. Karena itu, wakil moncong putih di komisi I DPRD Sulut itu mengingatkan pentingnya untuk mengakomodir quota 30 persen untuk kaum perempuan.
Jenny Mumek
“Kalau dari PDIP, dalam penjaringan harus ada kader perempuan dengan quota 30 persen,” sebutnya.
Mumek sendiri tidak menampik adanya peluang bagi kaum gender untuk memimpin Minahasa. Mengapa tidak, jika ada kesempatan mengapa tidak. Sebab, di Minahasa punya banyak kader-kader perempuan dan banyak yang layak tampil di Pilkada,” tegas Mumek.

Lanjut  diutarakannya, soal figure yang akan diusung itu ranahnya partai karena ada tahapan internal partai. Tapi kata dia, figure yang menjadi bupati saat ini memiliki kinerja yang baik. “Untuk pemimpin sekarang, saya menilai kinerjanya bagus. Itu terbukti saat ini PDIP minahasa sudah mulai membentuk kepengurusan anak ranting dan itu terobosan baru, karena dulu tidak ada hal seperti itu,” kata Mumek.

Menariknya, terkait soal gender dan pentingnya Minahasa memiliki pemimpin baru, baik Mumek maupun Legoh, kedua-duanya enggan memastikan diri untuk ikut dan tampil sebagai petarung dalam pentas Pilkada Nanti. Hanya saja, keduanya memastikan adanya  peluang kearah itu, jika memang ditugaskan partai untuk maju di Pilkada. (john)