Ketua Komisi IV DPRD Sulut, James Karinda.
Manado - Pasca diberhentikannya Rektor Universitas Negeri Manado (Unima), Profesor Philoteus Tuerah oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir karena adanya indikasi bahwa Unima memiliki kelas jauh di Nabire, membuat kursi Rektor Unima saat ini diambil alih oleh Kemenristek.
Menanggapi masalah ini, Ketua Komisi IV DPRD Sulut yang membidangi Kesejahteraan Rakyat, James Karinda angkat bicara.
"Itukan melanggar aturan. Seharusnya jika melanggar aturan, kenapa harus dibuka kelas jauh. Memang, permasalahan di Unima sudah kompleks. Bahkan, sudah sering kali diingatkan. Terakhir kali ketika Komisi IV DPRD Sulut melakukan sidak ke Unima terkait banyaknya laporan dari masyarakat soal dugaan ijasah palsu. Seharusnya waktu diperingatkan Komisi IV DPRD Sulut pada waktu itu, Rektor harus membenah diri dan perbaiki kesalahan-kesalahan yang ada, tapi buktinya tidak dilakukan. Akibatnya Rektor dipecat dengan masalah yang lain," ujar Karinda kepada Manado Update.Com, Sabtu (14/05/2016) melalui BBM.
Lanjut dikatakan Karinda, permasalahan yang terjadi jangan membuat Unima kehilangan pemimpin.
"Kejadian ini jangan sampai Unima kehilangan pemimpin. Jangan karena kasus ini kemudian yang memimpin Unima kedepan dari pusat. Yang harus memimpin Unima, harus orang Unima juga. Jangan dengan kejadian ini menjadi alasan oleh Kementrian untuk mengambil alih kepemimimpinan Unima," tukasnya.
Katanya lagi, jika Rektor sudah Dipecat seharusnya penggantinya adalah Rektor yang baru.
"Kan sudah ada pemilihan Rektor, kenapa bukan Rektor yang terpilih saja yang menggantikan posisi Rektor yang lama. Harusnya bila Rektor sudah terpilih harus dilantik kenapa ditunda-tunda. Jangan menjadikan alasan, sehingga semua masalah diambil alih oleh Pusat," pungkasnya. (john)