![]() |
| Ketua Komisi I DPRD Sulut, Ferdinand Mewengkang ketika melakukan tes urine |
Manado - Tidak ada kata terlambat untuk memerangi penggunaan narkoba di Sulut. Meski terkategori kalah langkah dibandingkan dengan Ferdinand Mewengkang, Kristovorus D Palinggi, serta anggota komisi I lainnya, namun apresiasi patut dilayangkan kepada oleh Kwartet atau empat pimpinan DPRD Sulut (Pimdeprov) lewat kesediaan untuk melakukan tes urine.
Terbukti, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan narkoba, keempat pimpinan DPRD yakni Andrei Angouw (ketua), Vreeke Runtu (Wakil Ketua), Marthen Manopo (Wakil Ketua) dan Wenny Lumentut, Rabu (6/4/2016) melakukan tes urine bekerja sama dengan BNN dipimpin langsung oleh Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto.
Terpantau harian ini, aksi keempat pimpinan DPRD Sulut itu diikuti 29 legislator lainnya secara serentak melakukan pemeriksaan. Hasil deteksinyapun sangat memusakan dengan indikator negatif atau tidak terbukti mengunakan obat terlarang tersebut.
“Sebagai pejabat publik harus memberikan contoh kepada masyarakat. Bagimana masyarakat akan anti narkoba kalau pejabatnya tidak melakukan,” aku Angouw kepada wartawan selepas melakukan tes urine.
Diketahui, bukan pertama kali dilakukan di DPRD Sulut. Terakhir dilakukan saat Forum Wartawan di DPRD Sulut (Forward) menggelar kampanye anti narkoba pada medio 3 Maret 2016 lalu. Aksi yang didahului dengan seminar itu, dilanjutkan dengan tes urine bagi beberapa legislator diantaranya ketua Komisi I Ferdinand Mewengkang, Wakil Ketua Komisi Decky Palinggi dan Rocky Wowor, Jenny Mumek dimana hasilnya saat itu menunjukkan indicator negative.Tes urine juga dijalani semua wartawan pos liputan di DPRD Sulut, dengan hasil yang sama, yakni bebas narkoba.
Aksi perang terhadap narkoba sendiri dilanjutkan puluhan wartawan anggota Forward bersama BNN Provinsi dan Bank Sulut, ikut turun kelapangan untuk membagikan stiker anti narkoba baik kepada kalangan pejabat eksekutif, legislative maupun masyarakat umum. Kegiatan yang dihentak tanggal 23 Maret 2016 itu ikut didampingi Kepala BNN Sulut Kombes Pol Drs Sumirat Dwiyatno MSi, Direktur Pemasaran PT Bank SulutGo Novi Kaligis SE MM Anggota Dewan Jems Tuuk, Lucia Taroreh , Jeany Mumek dan Yongki Limen, serta Sekretariat DPRD Sulut yang di wakili Kabag Humas Theresia Sundah.
Kegiatan Forward kala itu diapresiasi Kepala BNN Provinsi Sulut Sumirat Dwiyanto yang menilainya sebagai sebuah langkah yang sangat luar biasa. Menurutnya pemerintah harus ambil contoh dari FORWARD Sulut untuk dapat memerangi narkoba. “Pemerintah harus mengambil contoh dari FORWARD Sulut dalam memerangi narkoba, lakukan hal yang kecil untuk hasil yang besar demi anak cucu kita,” ungkap Sumirat.(jRm)

Social Plugin