 |
| Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw |
MANADO - Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (6/4/2016) menggelar Rapat
Paripurna dalam rangka Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ)
Gubernur Sulut Tahun Anggaran 2015.
Rapat dibuka dengan pembacaan surat
masuk oleh Sekretaris DPRD Sulut, Bartolomeus Mononutu, dipimpin langsung oleh
Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw didampingi Wakil Ketua DPRD Sulut Stevanus
Vreeke Runtu, Marthen Manoppo, dan Wenny Lumentut serta dihadiri langsung Wakil
Gubernur Sulut Steven Kandouw.
 |
| Pimpinan DPRD Sulut bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw |
Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw
dalam penyampaian LKPJ Gubernur mengatakan, LKPJ tersebut merupakan intisari
dari materi LKPJ yang telah disampaikan beberapa waktu lalu yang meliputi 5 hal
pokok.
“Kebijakan umum pemerintah daerah,
kebijakan umum anggaran, pengelolaan keuangan daerah secara makro, termasuk
pendapatan dan belanja daerah, penyelenggara urusan pemerintahan, serta tugas
pembantu dan tugas umum pemerintahan,” kata Kandouw.
 |
| Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw |
“Kebijakan umum pemerintah tahun 2015 diadakan
pada pembangunan dan pengembangan infrastruktur rekonstruksi dan rehabilitasi,
antisipasi perubahan iklim, pengurangan resiko bencana, pelestarian hutan dan
lingkungan hidup. Pengembangan ketahanan pangan dan industry berbasis agri
bisnis. Pengembangan kepulauan dan perbatasan,” lanjut Kandouw.
 |
| Sekretaris DPRD Sulut, Bartolomeus Mononutu,SH |
Diakhir penyampaian tersebut, mantan
Ketua DPRD Sulut ini menyampaikan apresiasi yang setingginya kepada pihak DPRD
Sulut yang telah bersinergitas dengan baik bersama pihak eksekutif dalam
membangun Sulawesi Utara.
“Kita harus menyadari bahwa di Sulut bukan
hanya ada dua pemimpin saya dan pak Gubernur. Tapi di Sulut ada 47 (2 eksekutif
dan 45 legislatif) yang menjadi tonggak pilar di Sulut. Kemudian dengan semangat
kebersamaan itu bisa menjadikan Sulut hebat dimata dunia dan nasional,” tandas
Kandouw.
Dalam paripurna tersebut juga DPRD
Sulut resmi membentuk panitia khusus (Pansus) guna membahas LKPJ Gubernur yang
disampaikan tersebu.
 |
| Anggota DPRD Sulut ketika mengikuti Rapat Paripurna |
“Sesuai surat pimpinan DPRD nomor
160/dprd/283/2016. Perihal permintaan nama-nama panitia khusus DPRD provinsi
Sulut,” ujar Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw.
 |
| Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) |
“Nama-nama Pansus di dalamnya ialah dari
pimpinan dewan, Andrei Angouw, Stefanus Vreeke Runtu, Marthen Manoppo, Wenny
Lumentut. Kemudian, Fraksi PDIP, Teddy Kumaat, Julius Jems Tuuk, Dicky
Makagansa, Lucia Taroreh. Fraksi Golkar, Marlina Moha Siahaan, Meiva
Salindeho-Lintang, Raski Mokodompit. Fraksi Demokrat, James Karinda, Billy
Lombok. Fraksi Gerindra, Ainun Talibo, Ferdinand Mewengkang. Fraksi Amanah
Keadilan, Afan Mokodongan, Mursa Imban. Restorasi Nurani Untuk Keadilan, Nori
Supit dan Denny Sumolang,” tutup Angouw membacakan nama-nama anggota DPRD yang
masuk dalam Pansus LKPJ tersebut. (Adv/John)
Social Plugin