Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw usai melakukan tes urin
MANADO - Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Rabu (6/04/2016) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut menggelar pemeriksaan urine bagi para anggota DPRD Sulut. Dalam pemeriksaan tersebut, dari 45 Legislator Sulut, hanya 33 anggota yang hadir pada saat itu.
Menariknya, sejak dilantik pada September 2014 lalu, terhitung telah dua kali anggota DPRD Sulut menjalani tes urin oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Tes urin untuk mendeteksi penggunaan zat-zat terlarang berupa narkoba dinilai positif.

Wakil Ketua DPRD Sulut, Marthen Manopo usai tes urin
Andrei Angouw selaku Ketua DPRD Sulut menegaskan, Narkoba harus diberantas sampai ke akar akarnya. Sulut saat ini menduduki peringkat ke 5 penggunaan narkoba.
"The land of smiling people dengan penduduk yang ramah dan religius rupanya menyimpan masalah tersendiri dengan banyaknya pengguna narkoba. Narkoba membunuh masa depan si pecandu narkoba dan bangsa," tutur Angouw.

Wakil Ketua DPRD Sulut, Stevanus V Runtu usai tes urin
Menurutnya lagi, sebelum membersihkan Narkoba dari Sulut, akan lebih baik jika DPRD Sulut harus bebas Narkoba dan menjadi teladan bagi yang lain.
Lebih lanjut Angouw berpendapat, produktifitas bangsa akan menurun karena orang-orang yang seharusnya bisa produktif menjadi tidak produktif karena hidupnya dihancurkan oleh narkoba, malahan akan menjadi masalah bagi warga negara produktif lainnya karena harus menanggung beban si pecandu tersebut.

Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut usai Tes Urin
"Untuk itu para pengedar narkoba harus dihukum seberat-beratnya karena bisa membahayakan masa depan bangsa, bukan hanya masa depan si pecandu saja," katanya.
Dia berharap, semoga perlawanan terhadap narkoba tidak hanya sampai di jargon saja. Lihat dan pelajari keberadaan narkoba di sekitar kita dan lapor ke pihak berwajib.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut berpendapat langkah ini sangat baik dan jika perlu rutin dilakukan sehingga dapat menjaga dan jadi tanda awas jika ada yang coba-coba nakal.

Pimpinan DPRD Sulut bersama BNNP Sulut
“Mungkin masyarakat bertanya-tanya kenapa kami sudah dua kali dites urin tidak termasuk waktu tes kesehatan saat menjadi calon legislatif lalu. Justru tes urin berulangkali sangat positif bagi kami dalam artian membuat kami lebih waspada agar tidak terjerat penyalagunaan narkoba,” kata Lumentut.
Pemeriksaan urin tersebut,ditanggapi positif. seperti halnya yang diungkapkan oleh anggota dewan Billy Lombok.

Sejumlah Anggota DPRD Sulut usai melakukan tes urin
“Karena yang dilakukan BNN adalah tes urin mendadak. Kemarin ada rapat paripurna kebetulan tidak semua anggota dewan yang hadir. Tes urin dadakan pelaksanaannya tidak diketahui oleh anggota dewan berarti kami yang sudah ikut tes urin sudah merupakan perwakilan. Namun kedepannya lebih baik semua anggota DPRD harus menjalani tes urin,” tukas Lombok. (Adv/John)