| Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw usai melakukan tes urin |
Menariknya, sejak dilantik pada September 2014 lalu, terhitung telah dua kali anggota DPRD Sulut menjalani tes urin oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Tes urin untuk mendeteksi penggunaan zat-zat terlarang berupa narkoba dinilai positif.
| Wakil Ketua DPRD Sulut, Marthen Manopo usai tes urin |
Andrei Angouw selaku Ketua DPRD Sulut menegaskan, Narkoba harus diberantas sampai ke akar akarnya. Sulut saat ini menduduki peringkat ke 5 penggunaan narkoba.
"The land of smiling people dengan penduduk yang ramah dan religius rupanya menyimpan masalah tersendiri dengan banyaknya pengguna narkoba. Narkoba membunuh masa depan si pecandu narkoba dan bangsa," tutur Angouw.
| Wakil Ketua DPRD Sulut, Stevanus V Runtu usai tes urin |
Menurutnya lagi, sebelum membersihkan Narkoba dari Sulut, akan lebih baik jika DPRD Sulut harus bebas Narkoba dan menjadi teladan bagi yang lain.
Lebih lanjut Angouw berpendapat, produktifitas bangsa akan menurun karena orang-orang yang seharusnya bisa produktif menjadi tidak produktif karena hidupnya dihancurkan oleh narkoba, malahan akan menjadi masalah bagi warga negara produktif lainnya karena harus menanggung beban si pecandu tersebut.
| Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut usai Tes Urin |
"Untuk itu para pengedar narkoba harus dihukum seberat-beratnya karena bisa membahayakan masa depan bangsa, bukan hanya masa depan si pecandu saja," katanya.
Dia berharap, semoga perlawanan terhadap narkoba tidak hanya sampai di jargon saja. Lihat dan pelajari keberadaan narkoba di sekitar kita dan lapor ke pihak berwajib.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut berpendapat langkah ini sangat baik dan jika perlu rutin dilakukan sehingga dapat menjaga dan jadi tanda awas jika ada yang coba-coba nakal.
| Pimpinan DPRD Sulut bersama BNNP Sulut |
Pemeriksaan urin tersebut,ditanggapi positif. seperti halnya yang diungkapkan oleh anggota dewan Billy Lombok.
![]() |
| Sejumlah Anggota DPRD Sulut usai melakukan tes urin |

Social Plugin