Mojokerto - Pembangunan jalan tol di Indonesia berjalan lambat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, salah satu penyebab utamanya adalah alotnya proses pembebasan lahan.
Hal itu dikatakan Jokowi saat meresmikan beroperasinya Tol Surabaya-Mojokerto (Tol Sumo) seksi IV di Gerbang Tol Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (19/3/2016).
"Tapi memang problemnya di pembebasan lahan. Kalau sudah lahan bebas bangunnya cepat banget," kata Jokowi dalam pidatonya.
Lambatnya pembangunan itu terlihat jelas pada proyek Tol Sumo sepanjang 36,27 km yang menghubungkan Mojokerto-Surabaya. Sejak 2014 lalu, PT Marga Nujyasumo Agung selaku pemegang hak konsesi baru merampungkan seksi I A sepanjang 2,3 km dan seksi IV sepanjang 18,47 km.
Sementara seksi I B sepanjang 4,3 km antara Sepanjang-Western Ring Road belum selesai. Pembebasan lahan mencapai 94,91%, sedangkan proses konstruksi 62,85%. Seksi II sepanjang 5,1 km membentang antara Western Ring Road hingga Driyorejo, Gresik. Proses konstruksi di seksi ini belum dimulai sebab pembebasan lahan baru 67,75%. Begitu pula seksi III sepanjang 6,1 km yang menghubungkan antara Driyorejo-Krian. Pembebasan lahan baru 76,72%.
"Ini (Tol Sumo) sudah 21 tahun masalah tidak selesai-selesai karena pembebasan lahan. Baru separuh dari 36 km yang selesai. Saya berikan target tahun depan harus sambung 36 km," ujarnya.
Tol Sumo merupakan bagian dari proyek Tol Trans Jawa yang akan menghubungkan Merak (Banten) hingga Surabaya. Selain Tol Sumo, pembangunan Tol Mojokerto-Kertosono juga berjalan lambat.
Ruas tol terpanjang di Jawa Timur itu dibangun sepanjang 40,5 km. Sampai saat ini, baru seksi I sepanjang 14,7 km antara Bandar Kedungmulyo-Tembelang yang sudah selesai dan bisa dilalui kendaraan.
"Saya memberikan target kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR) dari Merak sampai Surabaya tahun 2018 harus tersambung, nggak ada alasan apapun," tegas Jokowi. (dtc)
Social Plugin