Diskusi Anti Narkoba yang digagas FORWARD Sulut dengan melibatkan BNN Sulut dan Komisi I.
Manado – Sebanyak 36 personil yang tergabung dalam kominutas Forum Wartawan DPRD (FORWARD) Sulut, dinyatakan bebas dalam penggunaan narkotik dan obat terlarang (Narkoba), setelah dilakukan pemeriksaan urine oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut, Kamis (3/03/2016).

Dikatakan Kepala BNN Provinsi Sulut, Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto, Msi,    kampanye anti narkoba bukan hanya tugas dari BNN saja, tapi semua elemen masyarakat harus peduli dan ikut bertanggungjawab untuk kampanyekan anti narkoba, termasuk komunitas wartawan.

“Ini sangat luar biasa dan pertama kalinya terjadi di Sulut, bahkan di Indonesia komunitas atau kelompok wartawan yang berjumlah puluhan anggota melakukan tes urine. Menariknya lagi, 36 anggota FORWARD Sulut dinyatakan negatif Narkoba. Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada rekan-rekan FORWARD Sulut, yang memberikan perhatian khusus atas bahaya narkoba bagi generasi muda di Sulut. Apalagi, teman-teman wartawan bersedia melakukan tes urine,” tutur Sumirat. 

Disisi lain, Komisi I DPRD Sulut yang mendampingi diskusi tersebut memberikan apresiasi atas kepedulian FORWARD Sulut terhadap bahaya narkoba bagi generasi muda dengan menggelar diskusi bersama BNN Sulut.

“Sebagai mitra kerja dari DPRD Sulut, kami salut terhadap FORWARD yang sudah membantu tugas dari pemerintah dengan ikut mensosialisasikan dan mengkampanyekan bahaya narkoba bagi generasi muda di Sulut. Ini patut dicontohi tidak hanya para kalangan jurnalis di Sulut, tapi juga seluruh elemen masyarakat,” ujar Ketua Komisi I, Ferdinand Mewengkang yang didampingi Wakil Ketua Kristovorus Decky Palinggi dan anggota Jenny Mumek dan Rocky Wowor.

Sementara itu, Ketua FORWARD Sulut, Martino Limpong menyampaikan terima kasih kepada pihak BNN Sulut yang sudah memaparkan kondisi narkoba di Sulut dan pihak DPRD dalam hal ini komisi I.

"Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang tergabung dalam FORWARD yang sudah terlibat langsung dalam sosialisasi anti narkoba. Kami tidak akan berhenti menyuarakan anti narkoba kepada masyarakat, keluarga dan sahabat-sahabat kita karena narkoba sangat berbahaya," pungkas Limpong, yang didampingi koordinator kegiatan Reymond Legi. (john)