| Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie ketika memberikan sambutan |
Manado - Segudang harap
akan lahirnya kekuatan baru untuk merebut kembali kejayaan yang pernah
ditorehkan, jelas tersirat dibalik hentakan momentum Musyawarah Daerah (Musda)
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulut.
Sayangnya, hajatan penuh
gensi itu justru terkesan tidak menarik dan hanya membuat wibawa partai terus
merosot. Pasalnya, mekanisme pemilihan ketua hanya didasari mekanisme
musyawarah dan mufakat yang dalam bahasa lokal daerah ini diistilahkan dengan
sebutan ‘baku ator’ atau kerennya disebut aklamasi.
Mekanisme ‘baku ator
’yang sebenarnya sangat memasung proses kaderisasi tersebut, serta terindikasi
hanya akan tercipta atas dasar suka dan tidak suka itu, sebagaimana
permintaan langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Partai Golkar (DPP), Aburizal
Bakrie. Seruan itu sangat secara jelas disampaikan dalam sambutan saat membuka
secara resmi gelaran Musda Golkar Sulut ke IX, di Manado, Senin (22/2/2016).
“Jadikan Musda Golkar Sulut ke IX ini sebagai momentum untuk melahirkan pemimpin baru. Siapa saja boleh maju. Mari kedepankan asas musyawarah dan mufakat. Sebaiknya jangan ada voting-votingan. Jika gagal, harus ada solusi," ujar ARB.
Pernyataan ARB inipun
secara kasat mata langsung membuka peluang yang sangat besar bagi Stevanus
Vreeke Runtu (SVR) untuk memperpanjang statusnya sebagai ketua DPD Partai
Golkar Sulut. Pasalnya, selain tampil sebagai calon tunggal dalam Musda,
hinggat sekarang ketua-ketua partai tingkat kabupaten/kota selaku voters dalam
Musda, merupakan loyalis yang sangat patuh dan tunduk kepada SVR.
“Arahnya sudah jelas,
mekanisme Musda hanya lewat aklamasi seperti tersirat dalam sambutan pak Ketua
Umum. Dalam kondisi begini, sudah pasti pak SVR akan mulus untuk terpilih lagi
sebagai ketua Golkar Sulut, mengingat peta kekuatan di kabupaten dan kota
termasuk para voters lainnya semuanya adalah loyalis pak SVR,” ujar
Adi yang mengaku sebagai salah satu kader Golkar dari Kota Tomohon, saat
dimintai tanggapan terkait sambutan yang disampaikan ARB. (john)
Social Plugin