Manado - Pemadaman listrik yang sering dikeluhkan oleh masyarakat, penyebab utamanya bukanlah kelalaian dari PLN semata, tapi banyak faktor yang terjadi.

GM PLN Suluttenggo, Baringin Nababan bersama Devisi Humas dan Hukum, Jantje Rau.
Menurut GM PLN Suluttenggo, Baringin Nababan, PLN telah berusaha dan berupaya untuk meminimalisir terjadinya pemadaman listrik, sehingga kebutuhan listrik ke pelanggan tetap terpenuhi.

"Pada prinsipnya PLN telah berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir terjadinya pemadaman listrik. Misalnya dengan mendatangkan kapal pembangkit listrik. Tapi itu belum cukup, sebab PLN juga saat ini sementara berusaha supaya pembangkit listrik yang saat ini sementara dibangun di Gorontalo cepat selesai. Sebenarnya, masyarakat harus paham sebab penyebab utama terjadi pemadaman listrik bukan karena kelalaian semata dari PLN, tapi banyak faktor yang terjadi dilapangan yang sering kali tidak diketahui oleh masyarakat. Contoh, beberapa waktu lalu di Tumpaan Minsel tiba-tiba terjadi pemadaman ketika masyarakat tertidur lelap. Itu bukan karena kesengajaan PLN, tapi ada mobil yang menabrak tiang listrik yang mengakibatkan listrik padam. Karena kejadian itu terjadi pada waktu subuh, sehingga masyarakat tidak tahu. Besoknya PLN yang disalahkan. Hal kecil seperti ini yang seharusnya menjadi contoh, supaya PLN tidak selalu disalahkan. Atau ada pohon tumbang, sehingga kabel listrik renggang atau putus. Ini juga bisa terjadi pemadaman," jelas Nababan yang didampingi Devisi Humas dan Hukum PLN Suluttenggo, Jantje Rau kepada sejumlah wartawan di salah satu rumah makan, Jumat (26/02/2016).

Lanjutnya lagi, pasokan listrik untuk wilayah Suluttenggo saat ini telah terpenuhi, bahkan hingga lima tahun kedepan.

"Masyarakat bisa saja menghujat PLN, tapi PLN tetap memenuhi semua kebutuhan pasokan listrik yang ada di wilayah Suluttenggo. Jika terjadi pemadaman, PLN yang disalahkan. Tapi kalau pelanggan terlambat bayar tagihan listrik, PLN tidak serta merta melakukan pemutusan jaringan, tapi didahului dengan surat peringatan. Ironisnya, masih ada suara-suara sumbang dari pelanggan yang menyebutkan, baru kwa satu bulan terlambat so dapa peringatan. Inilah hal kecil yang tanpa disadari oleh masyarakat maupun pelanggan listrik, bahwa mereka sudah mendapat suplai listrik tapi enggan membayar," ungkapnya, dengan dialek Batak yang masih kental. (john)