Manado - Sukses menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) periode 2016-2021, Olly Dondokambey dan Steven OE Kandouw, tentunya memiliki hak untuk menentukan siapakah pejabat yang layak menempati posisi sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov). Sekprov saat ini masih dijabat oleh Siswa Rahmat Mokodongan.
Perlu diketahui, bahwa Sekprov bertugas membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan, administrasi, organisasi dan tata laksana serta memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh Perangkat Daerah Provinsi. Yang menjadi pertanyaan, apakah Olly - Steven akan mempertahankan Siswa Rahmat Mokodongan sebagai Sekprov!
Menurut pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut, DR Jerrie Masie, kemungkinan besar jabatan Sekprov masih tetap dipercayakan kepada Siswa Rahmat Mokodongan.
"Tak bisa dipungkiri bahwa semua jabatan strategis di pemerintahan, ketika terjadi peralihan pemimpin, disusul kemudian dengan rolling atau mutasi pimpinan atau kepala SKPD, termasuk juga Sekprov. Hal ini sudah menjadi tradisi atau biasa disebut jabatan politik," ujar Masie ketika berbincang-bincang dengan Manado Update.Com baru-baru ini.
Nah, secara khusus untuk jabatan Sekprov, kata Masie, sepertinya Gubernur Olly Dondokambey maupun Wakil Gubernur Steven Kandouw tidak akan gegabah untuk secepatnya menggantikan Rahmat Mokodongan dari jabatan Sekprov.
"Memang, Gubernur dan Wakil Gubernur memiliki hak untuk melakukan pergantian Sekprov, namun jika dilihat dari peran Rahmat Mokodongan yang selama lima tahun menjadi Sekprov di era Sinyo Harry Sarundajang bukan tidak mungkin masih akan dipertahankan. Beliau sangat menguasai manajemen pemerintahan. Paling tidak, hingga satu tahun kedepan," ungkapnya lagi.
Tambahnya lagi, saat ini ada beberapa nama pejabat yang sering disebut-sebut sangat layak untuk mengisi jabatan itu.
"Dari sejumlah kandidat birokrat yang disebut-sebut, sepertinya belum ada uang cocok untuk menggantikan Mokodongan. Jika kita melihat unsur keterwakilan daerah atau wilayah, untuk sekarang ini istilah tersebut sudah mulai tergusur oleh waktu sehingga tidak etis lagi harus berbicara keterwakilan," pungkasnya. (John)
Social Plugin