![]() |
| Ilustrasi. |
Kota Sodom dan Gomora menjadi monumen tak terbantahkan tentang murka Tuhan terkait hal ini.
Dijaman modern ini prostitusi berkembang mulai dari cara yang paling sederhana dan vulgar sampai ke cara yang keren dan tertutup. Yang paling sederhana adalah aksi para Pekerja Seks Komersial (PSK) berdiri di pinggir jalan dan menjajakan dirinya.
Di Kota Manado PSK yang menggunakan cara ini dapat ditemukan di depan kantor Dispenda Manado dari pukul 22.00-24.00 Wita dengan tarif mulai dari Rp 250.000 untuk short time termasuk kamar.
Namun biasanya PSK dengan cara seperti itu kurang menarik karena selain sudah berumur, faktor keamanan juga tidak dijamin. Nah, para pebisnis ‘daging mentah’ ini pun berinovasi dengan menyulap tempat prostitusi menjadi tempat usaha.
Jenis usahanya bermacam-macam mulai dari salon, tempat pijat sampai hotel. Untuk tarif biasanya jauh lebih mahal namun kualitas yang ditawarkan pun jauh lebih baik. Bentuk layanan di tempat-tempat ini beragam, mulai dari sekedar ‘hand job’, ‘blow job’ sampai full service.
Di Kota Manado yang merupakan salah satu tujuan wisata tempat-tempat prostitusi yang berkedok tempat usaha semakin marak. Memang tidak semua salon, tempat pijat dan hotel menyediakan layanan plus-plus.
Namun para pelanggan tidak akan kesulitan untuk mencari tempat-tempat ini diseantero Kota Manado. Frans, bukan nama sebenarnya, menuturkan biasanya setelah berada di dalam kamar baru akan ditawarkan.
Dirinya mencontohkan kalau di tempat pijat yang menyediakan layanan plus-plus biasanya tawaran akan datang nanti setelah pelanggan masuk di dalam kamar. Para terapis akan langsung menawarkan layanan tambahan dengan tarif yang berbeda pula.
“Biasanya kalau hanya ‘hand job’ mulai dari Rp 200.000 tapi lebih mahal kalau ‘blow job’ dan full service bisa mulai dari Rp 500.000 dan itu diluar biaya lainnya,” tutur pekerja kantoran ini.
Namun harus diingat tidak semua tempat pijat menyediakan layanan ini. Masih banyak juga yang tetap profesional dengan profesinya. Hal ini merupakan konsekuensi dari berkembangnya suatu kota, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado pun menyadari hal ini sehingga mewanti-wanti agar sosialisasi penggunaan kondom guna mencegah penyebaran virus HIV tetap dilakukan.
Pilihan sudah di depan mata tinggal iman yang menentukan apakah kita akan tetap menjaga kesucian rumah Tuhan yaitu diri kita atau tidak.
Penulis: JP
Editor: Redaksi

Social Plugin