Ilustrasi suasana di Hongkong. 
HONGKONG - Menteri Keamanan Hongkong, China, hari Rabu (15/5/2013) menjadi sasaran kecaman setelah mengatakan bahwa perempuan sebaiknya "jangan banyak minum" jika mereka tak ingin menjadi korban perkosaan.

Menteri Keamanan Lai Tung-kwok sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP hari Rabu, saat menyampaikan angka kriminal di Hongkong pada triwulan pertama 2013, yang menunjukkan bahwa kasus perkosaan meningkat 60 persen, menegaskan bahwa semua kasus perkosaan ini terjadi antara mereka yang saling kenal satu sama lain.

"Mereka itu bisa saja teman, pacar, atau hanya berjumpa dalam beberapa jam sebelumnya," ujar Lai hari Selasa malam.

Dia kemudian menambahkan, sejumlah kasus ini bahkan melibatkan korban perkosaan yang terjadi setelah korban menegak alcohol dalam juml;ah banyak.

"Karenanya saya mengimbau perempuan muda agar tidak terlalu banyak menegak alkohol," ujar Lai.

Komentar ini langsung mengundang kecaman lewat Twitter dan Facebook sepanjang hari Rabu.

"Menteri Kemanan Hongkong mengimbau agar perempuan jangan banyak menegak alcohol. Kayaknya lebih baik dia bilang para laki- laki agar jangan memerkosa," ujar Miss o'Kistic lewat Twitter.

"Bukan masalah bagi perempuan banyak minum atau mengenakan pakaian yang merangsang," tambahnya.

Banyak komentar mengecam Lai. Biro keamanan kota Hongkong menyebutkan, jumlah kasus perkosaan pada triwulan I 2013 naik antara 13 sampai 35.

Terjadi 121 kasus perkosaan di Hongkong tahun 2012, naik 33 persen dari tahun sebelumnya.