![]() |
| Salah satu korban tenggelamnya perahu di pantai Liningaan Tondano Minahasa, Sulawesi Utara Sabtu (25/5/2013). |
Revlan Mentu, salah satu korban yang selamat dari peristiwa tersebut dilansir manadoexpress, dikutip Manadoupdate menyebut, dia bersama rekan-rekannya terseret arus yang sangat kuat.
Diwawancarai saat mendapat perawatan di Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon, Revlan bahkan mengaku dia dan teman-temannya berenang di kawasan pantai yang relatif dangkal.
“Torang nda nae perahu. Torang cuma da mandi (berenang, red) di tepi pantai. Depe aer cuma sampe di perut,” tutur Revlan dengan suara parau. Matanya berkaca-kaca. Ia tampak masih trauma dengan kejadian tadi siang, Sabtu (25/5/2013)
Saat sedang asyik berenang bersama, Revlan dan teman-temannya kemudian terseret arus. “Tiba-tiba kami terhisap kebawah. Arusnya kuat sekali. Sesudah itu kita so nda inga apa-apa,” timpalnya, sesengukan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, para remaja tersebut diketahui merupakan anggota Komisi Pelayanan Remaja Jemaat GMIM Sentrum Liningaan, Tondano yang ikut dalam program ibadah tamasya.
Data yang berhasil dirangkum menyebut, dari 13 remaja yang tenggelam, 9 diantaranya tewas. 1 orang selamat, 1 lainnya kritis, sementara dua remaja hingga kini belum ditemukan.
Editor: Redaksi

Social Plugin