Keintjem : Meiva Seharusnya Tak Campuri Urusan PDIP

Djenri Keintjem. 
MANADO - Argumen yang disampaikan Ketua DPRD Sulut Pdt Meiva Salindeho-Lintang,STh ketika rapat pembahasan usulan pergeseran anggaran, Senin (27/5/2013), yang menyorot ketidakhadiran Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) dalam rapat tersebut, menuai kritikan.

Dikatakan Ketua Fraksi PDIP, Djenrie Keintjem,SH MH, seharusnya Meiva tak mencampuri urusan internal Fraksi PDIP.

“Saya menilai bahwa Ketua DPRD Sulut alergi terhadap F-PDIP. Buktinya sejak bergulirnya tahapan Pemilukada Kabupaten Sitaro, Ketua DPRD Sulut sangat sensitif terhadap F-PDIP. Tapi apapun itu, bukan urusan beliau untuk masuk campur dengan dapur fraksi kami. Apalagi, langsung menilai bahwa F-PDIP tidak peduli dengan urusan atau kepentingan rakyat,” pungkas Keintjem dengan nada kesal.

Senada juga diungkapkan personil F-PDIP, Benny Ramdhani. Menurutnya, pernyataan Ketua DPRD Sulut yang menyebutkan bahwa farksinya tidak peduli dengan rakyat, sangat keliru dan tidak etis.

“Ini pernyataan yang tidak etis disampaikan oleh Ketua DPRD Sulut, yang notebene berasal dari fraksi lain. Sangat tidak lazim menyorot kinerja fraksi lain, apalagi harus mengatakan bahwa F-PDIP tak peduli rakyat. Ini pernyataan yang keliru,” tegas Ramdhani.

Ramdhani menilai bahwa pernyataan Ketua DPRD Sulut itu ada kaitannya dengan Pemilukada Kabupaten Sitaro, dimana suaminya Winsulangi Salindeho yang diusung Partai Golkar berhadapan dengan calon yang diusung PDIP yakni Tonny Supit.

“Ibu Meiva telah menabuh genderang perang dengan PDIP, karena hal itu telah menyangkut internal partai. Ingat, PDIP tidak akan mundur sejengkal pun untuk melawan siapapun yang telah melontarkan kalimat yang bersinggungan dengan internal partai,” pungkas Ramdhani.

Penulis: JP
Editor: Redaksi