Seorang pejabat di Kota Dhaka mengungkapkan dua korban terakhir ditemukan pada hari ini, Minggu (12/5/2013) pukul 15.00. Pejabattersebut menyatakan masih ada 63 mayat yang disimpan di halaman Sekolah Menengah Adharchandra untuk keperluan identifikasi. Namun pejabat itu mengatakan hanya sedikit mayat yang bisa diidentifikasi oleh kerabat mereka.
"Kami menyimpan jaringan yang cocok buat pemeriksaan DNA mayat yang tak dikenal, banyak di antara mereka juga telah dikubur," kata pejabat tersebut.
Petugas mengungkapkan bau menyengat dari mayat masih tetap kuat di sekitar reruntuhan gedung Rana Plaza yang ambruk seperti tumpukan kartu pada 24 April sekitar pukul 08.30 waktu setempat.
Sebelumnya, petugas telah mengeluarkan 2.438 orang, termasuk seorang pekerja yang terkubur selama 17 hari di bawah reruntuhan gedung yang ambruk tersebut di Savar, pinggiran Ibu Kota Bangladesh, Dhaka.
Diperkirakan, masih banyak mayat yang akan ditemukan dari bawah reruntuhan tersebut. Namun demikian, sejumlah pejabat menyatakan operasi pertolongan tampaknya dihentikan pada Senin besok. "Kami hampir selesai," kata seorang pejabat yang tak ingin disebutkan identitasnya.
Penyelidikan awal pemerintah menemukan bahwa ambruknya bangunan tersebut akibat getaran dari generator raksasa, ditambah dengan getaran mesin jahit. Sejauh ini, sedikitnya 12 orang telah ditangkap, termasuk pemilih bangunan yang ambruk dan pemilik pabrik --Phantom Apparels, Phantom Tac, Ether Tex, New Wave Style dan New Wave Bottoms, yang membuat pakaian buat banyak merek besar global.
Sumber :
Antara
Editor :
Ferlyando

Social Plugin